Search
Saturday 23 June 2018
  • :
  • :

Bangun Jiwa Wirausaha Generasi Muda

19MURSIDI-MUSLIMSAMARINDA. BERITAKALTARA.com – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Mursidi Muslim mengatakan anak muda sebagai generasi mendatang perlu membangun jiwa wirausahawan dalam dirinya.

Apalagi dalam kondisi melemahnya perekonomian di Kaltim yang menyebabkan banyaknya karyawan di PHK.

Dalam Menghadapi gelombang PHK yang terus meningkat tersebut, Mursidi mengatakan wirausaha menjadi salah satu jawaban menangani pengangguran di Kaltim yang semakin meningkat.

Terlebih banyak perusahaan-perusahaan di Kaltim yang tutup dikarenakan jatuhnya harga batu bara dan migas di pasaran.

Ini membuktikan, saat ini kita harus mulai meninggalkan sektor migas dan beralih ke ekonomi kreatif.

“Upaya untuk menumbuhkankembangkan jiwa wirausaha sangat perlu dilakukan. Apalagi dengan banyaknya orang yang menganggur maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha,” ucapnya.

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, pembangunan di Kaltim akan lebih berhasil jika ditunjang dengan wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja. Karena seperti diketahui, kemampuan pemerintah sangat terbatas. “Kita tidak bisa menuntut pemerintah untuk menggarap semua aspek pembangunan karena sangat banyak membutuhkan anggaran belanja,” sambungnya.

Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dalam diri generasi muda, perlu dilakukan berbagai cara diantanya mengikuti seminar-seminar kewirausahaan serta membiasakan menjalani kehidupan dengan semangat tinggi untuk berpola hidup produktif.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kutai Kartanegara dan Kutai Barat ini menuturkan, generasi muda juga jangan malu untuk mengembangkan usaha pertanian. Jangan menganggap rendah bidang pertanian dan perkebunan. Karena saat ini bidang pertanian dan perkebunan dapat dikembangkan dengan hasil yang menjanjikan.

Sayangnya banyak persepsi orang yang menganggap menjadi petani itu miskin. Padahal dari sektor pertanian itulah banyak terserap tenaga kerja.

“Saya mencontohkan di daerah pemilihan saya di Desa Anggana, hanya dengan menggarap tanah seluas 1 hektare untuk menanam semangka dan dengan modal Rp 18 juta, tiga bulan kemudian dengan hasil panen yang baik bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 90 juta. Artinya jika sektor pertanian ini bisa kita sosialisasikan dengan baik, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap sektor pertambangan,” tuturnya. #adv/lin/gg

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *