Search
Tuesday 21 November 2017
  • :
  • :

Perenyah dari Rumput Laut, Keripik  Tempe Nunukan Ini Sampai ke Jepang

NUNUKAN WEB Keripik tempe Karima milik HardiNUNUKAN, BERITAKALTARA.com- Sekilas tidak ada yang berbeda dari penampilan keripik tempe olahan rumah tangga milik Hardi dari Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara ini, dengan keripik tempe yang ada di pasaran. Pun saat digigit, keripik tempe yang mulai diproduksi tahun 2014  ini tidak beda dengan keripik tempe lain, terasa renyah ditimpali dengan rasa gurih yang bercampur asin.

Dari rasa memang tidak ada bedanya dengan keripik tempe lain, namun mengunjungi dapur pembuatannya, ada yang sangat berbeda dari keripik yang diberi label Karima ini.  Dominasi renyah dari keripik  tempe ini menurut Hardi sang pemilik  berasal dari penggunaan rumput laut sebagai pelapis irisan tempe. Selain memberikan rasa renyah,  keripik tempe ini juga dipromosikan kaya akan serat.

“Seratus persen renyah itu dari rumput laut yang kita manfaatkan sebagai perenyah. Kebetulan di Nunukan rumput laut sangat melimpah, kita manfaatkan kearifan lokal.” ujarnya Minggu (25/01/2015).

Tidak semua rumput laut bisa dijadikan perenyah. Hanya dari jenis rumput laut cotoni yang bisa membuat keripik tempe terasa renyah. Perlakuan terhadap rumput laut hingga siap untuk dijadikan pelapis irisan tipis tempe juga harus mendapat perhatian.

Melimpahnya rumput laut di Nunukan membuat Hardi leluasa untuk memilih rumput laut terbaik untuk keripiknya. Rumput laut kering yang sudah disortir dari petani kemudian direndam dengan air kapur sirih selama 24 jam.

Setelah sehari semalam dipastikan rumput laut telah bebas dari bau amis, proses selanjutnya adalah dicuci dengan air hingga bersih dan direbus. Setelah direbus dan dihaluskan dengan blender, maka adonan perenyah dari bahan lamai rumput laut siap dicampur dengan rempah rempah untuk menambah rasa pada keripik tempe.

Untuk bahan pengawet, Hardi juga mengaku menggunakan pengawet alami. Yaitu kunyit yang juga berfungsi sebagai penambah tampilan keripik.

“Dengan kunyit keripik bisa tahan 2 hingga 3 bulan. Selain mengawetkan secara alami, kunyit juga membuat tampilan keripik lebih menarik,” imbuh Hardi.

Meski baru setahun lebih membuka usaha keripik tempenya, Hardi mengaku dapur keripik tempe Karima telah mendapat kunjungan dari beberapa instansi pemerintah daerah  dan perguruan tinggi untuk mengetahui lebih dalam rahasia kerenyahannya. Salah satu utusan perguruan tinggi yang datang ke dapur Karima adalah dari IPB (Institut Pertanian Bogor).

Berkat promo melalaui media sosial,  kerenyahan  keripik Karima  sudah melanglang hingga ke Negara Malaysia dan Negara Jepang meski masih dari kalangan  terbatas di pertemanan facebook .

“Kawan yang bekerja di Malaysia dan di Jepang penasaran dengan penggunaan rumput laut sebagai perenyah di facebook  sehingga minta dikirim. Masih sebatas kalangan pertemanan di Facebook,” ujar Hardi.

Meski enggan menyebutkan berapa jumlah omset penjualan keripik Karima, Hardi mengaku cukup. Ia senang bisa mengajak berwira usaha membuat tempe dan petani rumput laut. Dari  usaha ini diakuinya sudah bisa menghasilkan sebidang tanah sebagai investasi.

“Omsetnya lumayan, yang penting bisa meberdayakan kawan lain dari pengrajin tempe dan pembudi daya rumput laut,” pungkas Hardi. #dim

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *