by

Tato Dayak Lundayeh Bikin Kulit Tubuh Perempuan Lebih Kencang

User comments
User comments

NUNUKAN, BERITAKALTARA.com – Merajah tubuh bagi masyarakat Dayak Lundayeh –Krayan, sebuah kecamatan di Nunukan– bukan sekadar seni. Di sana, tato menjadi simbol keberanian, khususnya bagi perempuan.

Bagi Dorma Kisu, seorang pelestari kebudayaan Dayak Lundayeh, bentuk tato dipercaya bisa menjaga kekencangan kulit tubuh. Maka jangan heran, jika rata-rata kaum Hawa dari Dayak Lundayeh memiliki kulit tubuh yang mulus meski telah berusia lanjut. “Nenek saya hingga tua hanya lehernya saja yang kelihatan keriput. Karena leher daerah yang tidak bisa di tipu untuk usia,” ujar Dorma kepada BERITAKALTARA.com.

Untuk menggurat tato yang punya khasiat mengencangkan kulit tubuh, memang tidak sembarang bisa melakukan. Misalnya, dari pemilihan bahan pewarna, motif, hingga pembuatan tato, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu saja dari suku Dayak Lundayeh.

Bahan-bahan untuk membuat tato juga harus diambil dari hutan perawan Kalimantan di Krayan. Di antaranya getah langsat hutan yang dicampur dengan kayu arang pinasih. Untuk pewarna hitam, diambil dari arang kayu pinasih.

Sementara untuk warna merah diambil dari buah rotan. Untuk mengeluarkan warna merah pada rotan, masyarakat Dayak Lundayeh biasanya memasukkan buah rotan yang sudah tua ke dalam bambu. Bambu tersebut kemudian diguncang hingga warna merah keluar. “Prosesnya memang diguncang-guncang di dalam bambu supaya warna merah dari buah rotan itu bisa keluar. Kalau sudah keluar sudah bisa digunakan untuk membuat tato,” urai Dorma.

Untuk motif, biasanya didominasi perpaduan antara garis lurus dan garis lengkung. Perpaduan itu menghasilkan sejumlah motif. Sebut saja arit lepo, arit binan, arit telimeng, dan arit tabo.
Nah, untuk tato yang dipercaya bisa mengencangkan kulit bagi perempuan, motifnya hanya berupa perpaduan titik yang dibuat garis lurus memanjang di sepanjang lengan atau betis dengan jarak tertentu.

Motif ini memang terkesan sederhana, tapi justru dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga kekencangan kulit tubuh. “Untuk motif tato kecantikan hanya berupa tititk yang dibuat bergaris sepanjang lengan atau kaki dengan jarak tertentu,” jelas Dorma.

Sayangnya, seni yang bernilai tinggi serta dipercaya berkhasiat tersebut sekarang berangsur mulai ditinggalkan generasi muda Dayak Lundayeh. Mereka lebih suka memilih tato temporer untuk kegiatan tertentu seperti pagelaran tari atau pameran. “ Untuk tato asli perempuan Dayak Lundayeh tinggal beberapa orang saja. Anak muda sekarang lebih memilih tato temporer untuk keperluan menari atau lainnya,” pungkas Dorma. #dim

Print Friendly

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed