oleh

Pj Bupati Kukar Buka FKR 2015

Pembukaan FKR 2015
Pembukaan FKR 2015

TENGGARONG, BERITAKALTARA.com – Tabuhan gendang menandai pembukaan Festival Kota Raja (FKR) ke 4 Tahun 2015 yang dilakukan oleh Pj Bupati Kukar Chairil Anwar didampingi Komandan Kodim 0906 Letkol  Kav  Ari Permana Sakti, Plt Setkab Kukar H. Marli, Kadisbudpar Sri Wahyuni, utusan Bank Kaltim serta unsur paguyuban.

Kegiatan FKR ke 4 ini digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar yang berlangsung dari tanggal 3 – 11 Oktober 2015 yang dipusatkan di lapangan basket Jalan KH Ahmad Muksin  Kelurahan Timbau Tenggarong.
 
Pj Bupati Kukar Chairil Anwar memberikan apresiasi kepada seluruh panitia FKR 2015 yang telah mengerahkan seluruh kemampuan dan dedikasinya, sehingga FKR ini dapat terselenggara dengan baik, “Penyelenggaraan FKR Kukar ini merupakan salah satu upaya kita dalam melestarikan, mengembangkan serta memperkenalkan kesenian serta produk kerajinan lokal yang ada di wilayah Kabupaten Kukar kepada masyarakat luas, “ ungkapnya.
Selain itu kegiatan ini merupakan salah satu media bagi para seniman serta pengrajin lokal untuk menampilkan produk serta kreativitasnya, “ Saya berharap masyarakat juga diberi kesempatan untuk menikmati dan memberikan masukan kepada para seniman, “ katanya.
Dengan upaya tersebut diharapkan kesenian yang ada di daerah Kukar akan mampu eksis dan berkembang ditengah – tengah gempuran budaya manca negara. Terlebih, tidak lama lagi kita akan memasuki era komunitas Asean. Mulai Tahun 2016 bangsa – bangsa ASEAN akan menjadi satu komunitas yang saling terbuka satu sama lain. Tidak hanya terbuka dalam hal akses ekonomi, namun juga terbuka dalam hal akses budaya. “Jangan sampai, budaya dan kesenian lokal kita, tenggelam dibawah dominasi budaya dan kesenian asing,“ ungkap Chairil Anwar.
FKR ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana menggali, mengenalkan, memasyarakatkan dan mengukuhkan eksistensi budaya dan kesenian di Bumi Etam Kutai Kartanegara, dengan demikian di era komunitas ASEAN mendatang, budaya dan kesenian kita tetap eksis bahkan dapat lebih spektakuler, dengan menggabungkan seni tradisi dan kontemporer sehingga mampu menjadi daya tarik bagi bangsa lain untuk menikmatinya sekaligus juga akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung di kota Raja Tenggarong Kutai Kartanegara.
Sementara itu, menurut Kepala Disbudpar Kukar Sri Wahyuni, FKR diisi dengan berbagai kegiatan pentas seni nusantara dan gelar produk kreatif Kukar  yang diikuti para pengrajin terpilih, komunitas serta para sponsor sebanyak 40 stand.
Untuk pentas seni nusantara berlangsung selama 2 (dua) hari yang disponsori Bank Kaltim, festival jepen yang disponsori Yayasan Total Indonesie, pentas komunitas, siaran langsung RRI Samarinda, komunitas yayasan pesut mahakam, borneo orang hutan, forum media tradisional, pertunjukan mamanda. “Dan pertunjukan yang paling dinanti adalah menyuguhkan Tenggarong Kutai Carnival pada tanggal 10 Oktober yaitu penampilan 130 talen anak – anak dan dewasa yang bertemakan buah boloq, sumpit dan pesut mahakam dan rangkaian FKR akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk  dari Ika Pakarti,” jelas Sri Wahyuni. #Wn
Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed